Sabtu, 25 Februari 2012

Artikel

Tahun 2012...
Tahun yang Penuh Misteri.....!!!
       Welcome to 2012!! Yeah...maybe it's too late for me to said that, right?? Cause we have been already in 2012. Tapi, melihat Tahun 2012 ini adalah tahun yang istimewa dimana mungkin setahun sebelumnya anda dihebohkan dengan berbagai isu dan kabar-kabar yang kurang mengenakkan mengenai Tahun 2012. Yap! Memang begitu banyak isu yang beredar bahwa di Tahun 2012 ini kita akan menemukan begitu banyak bencana seperti badai matahari bahkan Hari Kiamat. Wahh...mendengarnya saja membuat bulu kuduk kita bergidik. Seperti yang kita tahu, hari kiamat adalah hari dimana semua kehidupan akan binasa, bencana dimana-mana, sampai dunia ini hancur tak tersisa. Pernahkah anda membayangkan hal tersebut menimpa anda dalam beberapa bulan kedepan?? Siapkah anda??
       Menurut ramalan-ramalan yang ada, Hari Kiamat akan terjadi di tahun ini, tepatnya di tanggal 12 Desember. 12-12-2012. Memang tanggal yang cantik, tapi mengapa semua orang meramalkan akan ada bencana besar?? Bahkan begitu gigihnya para peramal tersebut hingga ramalan ini difilmkan. Jadi apakah anda mulai gelisah sekarang? Apakah anda mulai membuka lemari anda dan mulai membaca kitab suci anda? Percayakah anda dengan semua ini?
       Mungkin, pengetahuan tentang Hari Kiamat di setiap agama berbeda-beda. Tapi intinya pasti sama, bahwa tiada manusia yang tahu kapan terjadinya kiamat itu. Di Al-Qur'an, Injil, Weda, bahkan Tripitaka tentunya tidak memuat tanggal persis terjadinya kiamat. Jadi kiamat ini merupakan hal yang penuh misteri. Sebanding dengan Tahun 2012, yang sering dikaitkan dengan Hari Kiamat, kesannya tahun ini menjadi tahun yang keramat. Padahal mungkin saja anda masih dapat hidup 100 tahun lagi. Semua hal bisa saja terjadi, bukan?
       Intinya, kapanpun kiamat akan datang, bencana besar akan melanda, kalau kita sudah mempersiapkan diri dari sekarang, why not? Untuk itu, kita perlu berbuat banyak kebaikan mulai dari sekarang, jangan menunggu para peramal meramalkan tentang kematian untuk kita, atau bahkan membuatkan film tentang kiamat untuk kita. Mulailah berubah dari sekarang. Karena apapun yang akan terjadi di Tahun 2012 ini nantinya adalah takdir yang harus kita jalani, dan kita tidak dapat mengubah takdir yang ada, tapi mungkin kita masih dapat mengusahakan takdir baik itu, yang akan kita sambut dengan penuh suka cita.

By:Arina

Cerpen "Sahabat Dalam Kegelapan"

"Sahabat Dalam Kegelapan" (Eps.03)

            Saat aku membuka mataku semuanya terlihat gelap. Aku tidak bisa melihat apa-apa. Samar-samar kudengar tangisan mama. Ada apa ini?? Apa yang terjadi padaku??
            "Davina..kamu sudah sadar sayang?"
            "Mama..."
            "Iya...ini mama sayang. Kamu baik-baik aja kan sayang? Apanya yang sakit?"
            "Ma, kenapa semua jadi gelap, Ma. Tolong nyalakan lampunya, Ma. Davina takut gelap!"
            "Gelap? Gelap apanya? Dokter, apa yang sebenarnya terjadi pada anak saya?"
            "Maafkan saya, sepertinya putri ibu mengalami kebutaan."
            "Apaa??? Mama....Davina gak mau buta ma...Davina takut gelap, Ma! Mama tolong Davina!!"
*****
            "Appaa?? Davina buta, Tante? Astaga! Lalu bagaimana keadaannya, tante? Apa dia baik-baik saja? Tante, Davina kan takut dengan gelap."
            "Yaah...begitulah, Mel. Davina terpaksa harus diberi obat penenang karena daritadi dia teriak-teriak terus. Tante juga gak tahu harus gimana lagi."
            "Hanya ada satu cara untuk membuat Davina sembuh, Tante."
            "Apa itu, Mel?"
*****
            "Davina, hitungan ketiga buka matanya pelan-pelan ya!"
            "Iya, Dok."
            "1..2...3."
            Aku membuka mataku yang baru saja 3 hari yang lalu dioperasi.
            "Mama..papa..dokter."
            "Iya, Dav, kamu bisa melihat kami dengan jelas?"
            "Iya, aku senang sekali, Ma, Pa, Dok, kini aku bisa melihat lagi. Tapi...kemana Melody, Ma? Dia bilang dia akan jadi orang pertama yang aku lihat."


kemanakah perginya Melody?? tunggu saja kelanjutan ceritanya. stay chun yaa!:)

By:Arina

Minggu, 19 Februari 2012

Cerpen "Sahabat Dalam Kegelapan"

"Sahabat Dalam Kegelapan" (Eps.02)

             Pasti sudah pada penasaran kan bagaimana jawaban Melody?? Let's Check it out!

             "Hmm...enggak kok. Lagipula pakek kacamata item atau enggak semuanya terlihat gelap bagiku."
              Aku terkesiap mendengar kata-kata Melody barusan. Apakah gadis ini buta?
            "Hah? Mmm...maksud...kamu?"
            "Aku buta." Kata Melody yang benar-benar membuat jantungku miris seperti saat mama mengiris daging sapi di dapur. Aduh kok aku jadi keingetan semur daging sapi mama yah. Ih...kok jadi ngomongin makanan sih.
            "Sorry, Mel..aku gak maksud untuk..."
            "Udah gak apa-apa kok, Dav." Melody hanya tersenyum pahit.
            Keadaan pun hening sejenak. Setelah beberapa meter berjalan kami pun tiba di sebuah rumah.
            "Ini rumah aku. Ayo masuk, Dav!", ujar Melody yang membuyarkan lamunanku. Aku merasa kagum dengan rumah Melody. Tenyata gadis ini adalah seorang penjual bunga. Bagian depan rumahnya digunakan sebagai tempat kios bunga miliknya yang bernama "Melody Florist". Di kios kecil ini terdapat berbagai jenis bunga mulai dari bunga matahari, bunga anggrek, anyelir, dan lainnya lagi. Bagian dalamnya adalah tempat kasir yang mungkin juga digunakan untuk ruang tamu bagi Melody. Dan seluruh ruangan di rumah Melody ini dipenuhi bunga.
            "Dav..kamu baik-baik aja kan?", Melody kembali memanggilku, membuat aku membuyarkan kekagumanku pada bunga-bunga ini.
            "Eh..em..iya kok. Aku cuma kagum aja, Mel. Bunganya banyak banget ya. Bagus bagus loh."
            "Iya lah, Dav. Ini kan toko bunga."
            "Emm...kamu menanam sendiri semua bunga-bunga ini?"
            "Iya. Aku menanamnya di halaman belakang. Kebetulan di halaman belakang cukup luas tempatnya. Daripada mubazir kan?" Melody tersenyum manis sambil menarik tanganku menuju halaman belakang.
            Saat aku memasuki halaman belakang milik Melody, aku terpukau dengan semua ini. Sungguh indah sekali pemandangan di halaman belakang rumah Melody ini. Rumahnya yang tadinya kukira sempit ternyata bagian belakangnya sangat luas. Ada berbagai macam bunga yang indah-indah dan ini terlihat seperti taman bunga kecil.
            "Wow, Mel...ini indaaah sekalii...!"
            "Benarkah? Kamu bisa ambil beberapa bunga yang kamu mau kalau kamu suka."

            "Betul, Mel...boleh? Yay! Kalau begitu aku mau mawar merah ini ya buat mamaku. Gratis nih?"
            "Tentu. Sini biar aku bungkuskan ya."
            "Thanks, ya Mel."
            Melody sangat baik. Dia tak pernah pelit padaku. Aku juga senang bisa berteman dengannya. Sejak saat itu setelah pulang sekolah aku sering main ke rumah Melody. Kami pun akhirnya menjadi sahabat. Melody adalah sahabat yang baik dan tulus. Dia tidak seperti teman-temanku yang lainnya, yang bersahabat denganku hanya karena aku kaya, cantik dan populer. Melody berbeda, dia tulus sayang padaku. Aku senang akhirnya aku bisa mendapatkan sahabat seperti Melody, selain itu kekurangan yang dimiliki Melody membuatku tersadar akan sesuatu. Yahh....selama ini aku selalu merasa kekurangan. Entah apa yang kurang, mungkin aku kurang mendapat ketulusan dari seorang sahabat seperti Melody, dan sekarang aku mendapatkannya. Tanpa kusadari selama ini rasa kekurangan itu membuat aku kurang bersyukur kepada Tuhan. Aku sehat, aku normal, aku bisa melihat dunia, tidak seperti Melody yang harus menjadi gadis buta, kehilangan masa depannya, tidak bisa bersekolah. Tuhan...maafkan aku karena selama ini aku tidak pernah bersyukur. Terimakasih Melody, kamu telah membuatku sadar.
*****
            Kebutaan yang dialami Melody, sahabatku itu, membuatku sedih. Aku ingin Melody bisa melihat kembali. Akhirnya, akupun menanyakan hal ini pada papa. Papa bilang Melody mungkin bisa disembuhkan dengan donor kornea, aku pun berniat membiayai Melody untuk melakukan donor kornea, oleh karena itu pada suatu sore, aku menanyakan persetujuan Melody tentang hal ini.
            "Mel.. Aku boleh nanya sesuatu?"
            "Boleh dong, Dav, mau nanya apa?"
            "Emm...memang gimana sih sampai kamu bisa seperti sekarang ini?"
            "Maksud kamu mataku ini?"
            "Ya?"
            Melody menghela napas panjang dan mulai bercerita. "Dulu, saat aku berumur 7 tahun, aku, mama, papa, dan adikku yang berumur 5 tahun pergi ke puncak mengendarai mobil. Saat itu hujan deras sekali, jalanan puncak yang berkelok-kelok menjadi licin. Lalu tanpa papaku sadari, ada sebuah truk, dimana pengemudinya sedang mabuk berat, truk itu pun menghantam mobil papaku sampai masuk jurang. Saat itu terjadi aku tidak ingat apa-apa, yang aku ingat aku sudah berada di rumah sakit dan mataku diperban karena mataku terkena pecahan kaca mobil waktu itu."

            Melody menghela napas kembali dan raut wajahnnya menjadi muram. "Saat tiba perban dibuka, aku tidak bisa melihat apa-apa. Semuanya gelap. Sejak saat itu aku buta. Kecelakaan itu juga merenggut nyawa papa dan adikku, serta membuat mamaku lumpuh."
            Aku tertegun mendengar cerita Melody. Begitu nahas nasib keluarganya. Sedangkan aku? Aku punya kedua orang tua yang masih hidup dan sangat sayang padaku. Tuhan....betapa bodohnya aku selama ini tidak menyadari betapa lengkapnya hidupku.
            "Em...Mel..sorry ya aku gak bermaksud menguak luka lama kamu."
            "Iya gak apa-apa kok, Dav. Aku sudah iklas menerima semua ini."
            "Mel, kamu mau nggak bisa melihat lagi?"
            "Tentu aja aku mau banget, Dav. Tapi itu gak mungkin kan?"
            "Kenapa gak mungkin? Kamu bisa menjalani operasi cangkok kornea. Aku sudah bicarakan ini sama papaku dan papaku bersedia menghubungi dokter kenalannya dan mencarikan donor bagi kamu."
            "Aku sudah lelah, Dav, sudah dua kali aku menjalani operasi tapi semuamya gagal dan lagipula aku sudah tidak punya biaya."
            "Enggak, Mel. Kali ini pasti berhasil. Percaya deh sama aku. Soal biaya kamu gak usah mikirin itu. Biar aku yang urus. Mau ya? Please! Setidaknya lakukan ini demi aku!"
            "Oke. Aku akan lakukan ini demi kamu dan mamaku."

*****

            Setelah menerima kabar dari Melody via telepon bahwa hari itu ibunya Melody meninggal dunia, aku segera menyetir mobil Honda Jazz Pink-ku sendiri menuju rumah sakit dalam kecepatan tinggi. Kata Melody sebagai permintaan terakhir, ibunya Melody meminta agar kornea matanya diberikan kepada Melody. Saat di tikungan, tiba-tiba ada sebuah van hitam yang menabrakku. Saat itu, mobilku terperosok ke trotoar dan menabrak pohon beringin. Dan setelah itu aku tidak ingat apa-apa lagi....


Bagaimanakah nasib Davina?? apakah ia akan selamat?? apa yang terjadi selanjutnya??
TUNGGU KELANJUTAN KISAHNYA DI EPS.03....


BY:ARINA A. PUTRI

Minggu, 12 Februari 2012

Cerpen "Sahabat Dalam Kegelapan"

"Sahabat Dalam Kegelapan"
            Namaku Davina Antherestya, umurku 16 tahun, dan sekarang aku duduk di kelas XI SMA Negeri 09 Bandung. Orang bilang, masa-masa SMA adalah masa-masa paling indah. Ahh! Siapa bilang? Aku tidak berpikir begitu. Masa SMA itu membosankan, sama saja dengan waktu SMP atau SD. Entah kenapa rasanya, aku belum pernah merasa bahagia. Padahal teman-temanku selalu menyebutku Miss Perfect, mereka bilang aku punya segalanya, uang, kecantikan, dan kedua orang tua yang menyayangiku. Mereka juga bilang aku ini termasuk anak yang pintar disekolah karena selalu masuk dalam peringkat 10 besar. Ya, memang kuakui itu semua benar, tapi aku merasa selalu kurang. Aku merasa hidupku hampa. Aku tak tahu mengapa, apakah memang karena ada sesuatu yang belum bisa kupenuhi atau karena memang hidupku yang terlalu sempurna?
            "Dav....makan dulu yuk sayang." Suara lembut mama menyadarkan lamunanku.
            "Iya ma, bentar ya." Aku menjawab panggilan mama dan langsung turun ke bawah menuju meja makan.
            "Kamu mau makan apa, sayang? Nasi goreng atau roti?"
            "Mm...roti aja deh, Ma." Jawabku sambil mengambil roti yang disodorkan mama tadi.
            "Susunya jangan lupa diminum ya. Ohya, Dav, kayaknya kamu harus olahraga pagi ini deh." Kata mama yang sontak mengagetkanku.
            "Loh, kenapa, Ma?"
            "Soalnya mobil yang biasanya nganter kamu tadi mogok, jadi kamu berangkat naik sepeda dulu ya, sayang, lagipula sekolah kamu jaraknya gak terlalu jauh kan?"
            "Yaah...yaudah deh, Ma, daripada Davin gak ke sekolah."
*****
            Akhirnya aku berangkat ke sekolah dengan mengendarai sepeda. Sepulang sekolah, saat aku sedang mengendarai sepedaku, tiba-tiba handphoneku berdering. Segera, aku mengeluarkan handphone dari sakuku dan membaca sms yang baru saja masuk itu. Ternyata itu sms dari Elsa, teman sebangkuku, karena terlalu berkonsentrasi dengan sms dari Elsa, aku tidak melihat ada seorang gadis yang sedang menyebrang, akibatnya sepedaku pun menabrak gadis itu.
            "Aduh...!!" teriak gadis itu yang langsung terduduk diatas asapal.
            "Oh my Gosh! Eh..sorry...sorry, kamu gak papa kan?" tanyaku kepada gadis itu, tapi gadis itu hanya terdiam sambil memegangi kakinya.
            "Enggak..aku gak apa-apa kok."sahut gadis itu dan kemudian gadis itupun segera pergi.
            "Hey..tunggu! Kamu gimana sih? Gak apa-apa gimana, kaki kamu tuh berdarah. Sini aku obatin. Lagipula ini semua kan salahku, maaf ya."kataku yang menyesal atas perbuatanku yang terlalu serius membaca sms.
            "Ehhmm...gak papa kok. Ini cuma luka biasa. Ini juga bukan salah kamu kok. Tadi aku-nya yang gak hati-hati."sahut gadis itu lantas tersenyum manis.
            "Hmm...rumah kamu mana? Biar aku anter, yukk!"
            "Engg...gak usah, rumah aku deket sini kok."
            "Udah gak papa, anggep aja ini permohonan maaf aku ya?"
            "Oke."
            "Eh..oiya kita belum kenalan yah, aku Davina, nama kamu siapa??" tanyaku berusaha untuk ramah sambil berjalan memapah gadis itu yang kakinya masih kesakitan karena ulahku.
            "Aku Melody."
            "Wah..nama yang bagus. Emm...Melody, aku boleh nanya sesuatu gak?"
            "Boleh, mau nanya apa??"
            "Kamu kenapa sih pakek kacamata item di siang hari gini? Emangnya gak ganggu penglihatan kamu ya?". Sepertinya pertanyaanku ini menyinggungnya, karena Melody terpekur lama sekali sampai akhirnya ia menjawab.

#Mau tahu lanjutannya?? stay chun di blog ini:)

To Be Continued....


By:Arina Amalia Putri

Minggu, 05 Februari 2012

Pacaran, Pentingkah???

           Pacaran memang sudah menjadi hal yang tidak mengherankan bagi para kaula muda, bahkan hal ini sudah menjadi tradisi. Ada yang menyebutkan bahwa jika seseorang tidak berpacaran, orang itu kuper, gak gaul, dan yang parahnya gak laku. Dan sekarang yang menjadi pertanyaannya adalah, apakah sebenarnya pacaran itu begitu penting?? Pentingkah??
          Begitu banyak pro dan kontra berkutat di sekeliling kita mengenai pacaran. Dan tak ada yang menang, mereka bergelut dengan argumen mereka masing-masing.
          Sebelum kita tahu, penting atau tidaknya pacaran, sekarang yang harus kita tahu adalah makna dari pacaran itu sendiri. Sebenarnya apa sih makna dari pacaran?? Pacaran memang berbeda dari menikah. Kalau menikah, kita tahu jelas yaitu ada ijab kabul, tukar cincin, dan sebagainya, bahkan ada status mengikat yang ditulis di buku nikah dan KTP. Tapi pacaran? Apa ada status mengikat yang ditulis di KTP? Apa ada tradisi ijab kabul dan sebagainnya?? Bagi yang sudah berpengalaman berpacaran pasti tahu jawabannya. Tidak! Tak ada status mengikat. Tidak ada bukti apa-apa. Hanya sepatah kata yang terucap, yaitu kata "Aku mencintaimu".
          Kalau kita mencoba membuka pikiran kita lebih dalam lagi, apa sih manfaat dari pacaran? Adakah?? Ya! Mungkin beberapa orang menganggap berpacaran memberikan motivasi. Itu memang benar yaitu pada saat awal-awal berpacaran,saat masa-masa indah menjalin hubungan, tapi coba pikir saat pacaran terasa mulai membosankan. Saat kata-kata "putus" hampir terucap. Hanya keputus-asaan yang mengisi pikiran kita. Meracuni hati kita untuk berbuat nekat. Tak makan, tak tidur, bahkan hampir bunuh diri. Lalu dimanakah motivasi itu??
          Sedangkan kerugian dari pacaran?? Coba pikir! Akan menghabiskan waktu. Waktu yang seharusnya dimanfaatkan untuk belajar dan membantu orang tua, dihabiskan untuk pacaran. Selain itu juga boros. Kalau misalnya pacar kita matre. Kita bisa saja membelikan pacar kita uang, membelanjakannya barang-barang mewah, memang senang rasanya memberikan sesuatu kepada orang yang kita cintai, tapi saat putus. Semua uang kita itu seperti layaknya kita berikan kepada tempat sampah. Tiada lagi cinta. Yang ada hanya rasa benci.
          Setelah tahu apa itu pacaran serta manfaat dan kerugiannya, tentunya anda bisa mengambil kesimpulan sendiri tentang Pentingkah Pacaran itu? Kalau menurut saya sendiri, saya tidak memungkiri bahwa kita perlu berpacaran untuk mengenal satu sama lain, tapi yang tidak saya setujui adalah berpacaran yang berlebihan, yang menghabiskan uang dan waktu. Yang hanya mencari kesenangan semata. Hanya nafsu semata. Kita berpacaran untuk "mencari" bukan untuk melampiaskan nafsu.
          Terkadang cinta itu memang indah, tapi ingatlah bahwa cinta itu buta. Dan bisa menyakitkan.

By: Arina (05)            

Sabtu, 04 Februari 2012

Artikel

                                Masa SMA,
               Saatnya Untuk Memilih!

          Masa-masa SMA adalah masa dimana seseorang beranjak dari remaja menuju dewasa. Akan timbul banyak perubahan dari diri kita. Mulai dari tingkah laku kita yang mulai dewasa sampai kepada pemikiran kita yang semakin jauh kedepan. Di masa-masa SMA inilah kita menemukan begitu banyak perubahan. Lingkungan kita yang dulunya terbatas pada teman-teman sebaya, kini kita di kenalkan kepada dunia luar, kita diajak berinteraksi dengan orang banyak untuk mencari berbagai pengalaman yang nantinya akan sangat kita butuhkan.
          Dan diakhir SMA ini kita akan mengenal bangku perguruan tinggi. Ya. Disebut perguruan tinggi karena memang disanalah kita mencapai pendidikan tertinggi, taraf terakhir kita dalam "belajar" sebelum kita mulai untuk "mencipta". Dalam perguruan tinggi ini kita di ajarkan untuk menentukan tujuan hidup kita. Kemana arah kaki kita melangkah. Dan kemana pikiran kita bermuara.
          Begitu banyak tujuan berkecamuk dalam pikiran kita. Begitu banyak ide dan cita-cita yang hendak diwujudkan. Tapi, pada akhirnya kita perlu memilih satu diantara sekian ribu pilihan. Dan di SMA inilah kita memilih.
          Dalam menentukan pilihan memang sulit. Hal tersulit dalam hidup ini adalah mencoba untuk ikhlas dan menentukan pilihan. Dua hal itu sudah terbukti membutuhkan kerja tidak hanya dari fisik kita tapi juga batin kita.
          Dalam menentukan pilihan, selalu hadir kebimbangan. Bimbang inilah yang dapat membuat kita salah jalan, salah dalam memilih. Begitu kita merasa bimbang, kita akan cenderung putus asa dan memilih apa yang ada di depan mata, tanpa tahu apa yang ada di belakang mata. Mata memiliki 2 sisi, depan dan belakang. Sisi depan adalah hanya 20% dari apa yang kita lihat, sedangkan sisi belakang adalah 80% dari apa yang kita lihat.
          Untuk membuka 80% itu yang diperlukan adalah sabar dan rasional. Orang cenderung tidak sabar dalam menentukan pilihan. Mereka ingin masalah cepat terselesaikan dan membuat segalanya terlihat mudah meski pada akhirnya akan menjadi rumit. Sedangkan waktu lebih suka menunggu. Dengan menunggu kita bisa melihat apa yang akan terjadi selanjutnya, dengan begitu kita akan lebih tahu potensi dalam diri kita. Menunggu memang hal yang membuang waktu. Saya tidak bermaksud menganjurkan anda menunggu, tapi bersabar, dalam arti pikirkan baik-baik keputusan anda. Selama waktu masih banyak, untuk apa membuat keputusan yang mendadak, bukan?
          Yang kedua adalah rasional. Banyak orang bertindak irasional karena pikiran mereka yang tidak rasional. Beberapa dari mereka mungkin berpikir terlalu pendek, tidak memikirkan dampak dan akibatnya di masa mendatang dalam memilih suatu pilihan. Tapi, beberapa yang lain berpikir berlebihan. Terlalu takut untuk memilih. Takut gagal di kemudian hari. Keduanya adalah tidak rasional.
          Kita tidak perlu takut untuk memilih, tapi juga jangan gegabah dalam memilih masa depan. Karena jika kita salah langkah sekali saja, semuanya akan hancur berantakan, dan anda hanya akan diam atau mungkin menangisi semuanya. Jadi, tentukan pilihan anda baik-baik dari sekarang!

By:Arina(05)